Beranda BERITA UTAMA Dari Rugi ke Laba, Kinerja Kimia Farma Tunjukkan Tren Pemulihan yang Kuat

Dari Rugi ke Laba, Kinerja Kimia Farma Tunjukkan Tren Pemulihan yang Kuat

Kinerja Kimia Farma

BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mencatatkan capaian positif pada kuartal I-2026. Perusahaan farmasi pelat merah tersebut berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba bersih sebesar Rp123,63 miliar. Hasil ini menunjukkan efektivitas strategi transformasi bisnis dan penguatan efisiensi operasional yang dijalankan sejak tahun lalu.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat pemulihan kinerja emiten farmasi yang tergabung dalam grup Bio Farma. Sebelumnya, Kimia Farma mencatat rugi bersih sebesar Rp443,35 miliar sepanjang tahun 2025.

Selain mencetak laba, perusahaan juga membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,03 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut memperlihatkan kemampuan perseroan menjaga aktivitas bisnis di tengah dinamika industri kesehatan dan farmasi nasional.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menjelaskan bahwa perusahaan berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya.

Menurutnya, Kimia Farma mencatat EBITDA sebesar Rp154 miliar pada kuartal I-2026. Kinerja tersebut memperkuat fondasi keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.

Kinerja Kimia Farma Didukung Efisiensi dan Rasionalisasi Produk

Perbaikan Kinerja Kimia Farma tidak hanya berasal dari peningkatan pendapatan. Perseroan juga berhasil mengendalikan beban operasional melalui disiplin biaya yang konsisten.

Pada periode yang sama, beban pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS) tercatat sebesar Rp1,2 triliun. Sementara itu, beban usaha berada di level Rp270 miliar. Pengendalian biaya tersebut membantu perusahaan menjaga margin usaha dan meningkatkan produktivitas di berbagai lini bisnis.

Manajemen menilai langkah efisiensi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan profitabilitas. Fokus perusahaan tidak hanya pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada optimalisasi struktur biaya dan peningkatan efektivitas operasional.

Di sisi lain, Kimia Farma terus melakukan penataan portofolio produk. Program ini telah berjalan sejak tahun 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing dan fokus bisnis.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan melakukan rasionalisasi terhadap 181 produk yang dinilai kurang optimal. Langkah tersebut membuat jumlah produk aktif berkurang dari 675 menjadi 494 produk.

Kebijakan tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk memusatkan sumber daya pada produk-produk yang memiliki prospek pasar lebih baik dan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan.

Dengan kombinasi efisiensi biaya, optimalisasi portofolio, dan penguatan operasional, Kimia Farma memasuki tahun 2026 dengan kondisi keuangan yang lebih sehat. Tren positif pada kuartal pertama juga membuka peluang bagi perseroan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Perbaikan kinerja ini sekaligus menjadi indikator bahwa strategi transformasi yang dijalankan manajemen mulai memberikan hasil nyata terhadap profitabilitas dan keberlanjutan bisnis perusahaan. []