
BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat perannya dalam pembangunan infrastruktur perkotaan melalui proyek Stasiun Bawah Tanah MRT Glodok–Kota. Proyek ini menjadi bagian penting dalam pengembangan MRT Jakarta Fase 2A yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas pusat kota sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih tertib dan terintegrasi.
Koridor MRT Fase 2A memiliki panjang sekitar 1,33 kilometer dan menghubungkan Stasiun Mangga Besar dengan Stasiun Jakarta Kota. Pada paket pekerjaan ini, Hutama Karya mengerjakan pembangunan stasiun bawah tanah di kawasan Glodok–Kota yang dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan, wisata sejarah, dan kuliner. Kehadiran stasiun diharapkan mampu mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi serta menekan kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Pembangunan stasiun ini tidak hanya berfokus pada struktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman pengguna. Desain proyek diarahkan untuk memperkuat integrasi antarmoda, terutama melalui penataan akses pejalan kaki, koneksi dengan moda transportasi lain, serta peningkatan ruang publik di sekitar stasiun.
Stasiun Bawah Tanah MRT Glodok-Kota Perkuat Integrasi Antarmoda
Pembangunan Stasiun Bawah Tanah MRT Glodok-Kota dilaksanakan melalui kolaborasi lintas negara. Hutama Karya bekerja sama dengan Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC) dari Jepang dalam skema joint operation, sementara PT MRT Jakarta (Perseroda) bertindak sebagai penyelenggara proyek. Sinergi ini memastikan standar konstruksi dan keselamatan tetap terjaga di tengah kepadatan kawasan pusat kota.
Bagi masyarakat, kehadiran stasiun ini memberikan lebih dari sekadar infrastruktur baru. Transportasi publik yang terhubung dengan baik memungkinkan waktu tempuh yang lebih pasti, mengurangi biaya perjalanan, serta meningkatkan efisiensi mobilitas harian. Di kawasan Glodok–Kota, konektivitas tersebut juga mendukung pergerakan wisatawan dan pelaku usaha tanpa menambah tekanan kemacetan.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa proyek menunjukkan progres yang signifikan. Hingga akhir Januari 2026, realisasi pekerjaan telah mencapai 82 persen. Saat ini, tim fokus menyelesaikan struktur pintu masuk stasiun, pekerjaan arsitektur, serta instalasi mekanikal dan elektrikal.
Hutama Karya menargetkan penyelesaian proyek pada semester I 2027. Perseroan menempatkan pengendalian dampak sosial sebagai prioritas utama selama konstruksi. Setiap tahapan pekerjaan dirancang agar tidak menghambat akses warga maupun aktivitas ekonomi di sekitar proyek.
Menurut manajemen, keberhasilan pembangunan infrastruktur perkotaan tidak hanya diukur dari ketepatan waktu, tetapi juga dari kemampuan menjaga kenyamanan publik selama proses berlangsung. Karena itu, Hutama Karya aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi penyesuaian akses di lapangan.
Pembangunan MRT Glodok–Kota mencerminkan komitmen pemerintah dan BUMN dalam menyediakan sistem transportasi massal yang berkelanjutan. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta serta memperkuat daya saing pusat kota sebagai kawasan ekonomi dan pariwisata yang tertata. []


