Jaga Profitabilitas, Laba Bank Mandiri 2025 Tembus Rp56,3 Triliun

Laba Bank Mandiri 2025

BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025. Emiten perbankan pelat merah ini berhasil membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Capaian tersebut mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai salah satu motor utama industri perbankan nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa kinerja positif ini tidak hanya berasal dari ekspansi bisnis. Menurutnya, pertumbuhan laba mencerminkan sinergi antara kontribusi kepada negara, dukungan pembiayaan bagi UMKM, serta penguatan ekosistem ekonomi nasional. Hingga akhir Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh sekitar 18,7% secara tahunan, jauh melampaui rata-rata industri.

Pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan penyaluran kredit yang terjaga kualitasnya. Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit dua digit, lebih tinggi dari rata-rata perbankan nasional. Fokus pembiayaan tetap diarahkan ke sektor produktif dan sektor prioritas yang mendorong pertumbuhan ekonomi riil.

Laba Bank Mandiri 2025 Didukung Kredit dan Pendanaan Solid

Dari sisi pendanaan, kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga akhir 2025, DPK Bank Mandiri tumbuh 23,9% secara year on year menjadi Rp 2.106 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang kuat serta keberhasilan perseroan dalam menjaga likuiditas jangka panjang.

Riduan menegaskan bahwa ekspansi bisnis tetap diiringi pengelolaan risiko yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) Bank Mandiri tercatat sebesar 0,96%, berada jauh di bawah rata-rata industri. Kondisi ini menegaskan kualitas pertumbuhan kredit yang terjaga dan berkelanjutan.

Ke depan, Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit yang selaras dengan strategi pembangunan nasional. Perseroan berkomitmen menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset agar kinerja tetap stabil di tengah dinamika ekonomi global.

Sementara itu, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi, mengungkapkan bahwa hingga Desember 2025 total kredit secara konsolidasi mencapai Rp 1.895 triliun. Pada periode yang sama, DPK tercatat sebesar Rp 2.106 triliun, memperkuat struktur pendanaan perseroan.

Dari sisi pendapatan, Bank Mandiri berhasil menjaga performa yang konsisten. Pendapatan bunga bersih tumbuh 4,38% secara tahunan menjadi Rp 106 triliun. Pendapatan non-bunga mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 14,5% year on year menjadi Rp 48,5 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan tumbuh 5,88% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, Bank Mandiri juga menjaga tingkat profitabilitas yang optimal. Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 23,2%, sementara rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 20,4%. Dengan fondasi permodalan yang kuat, perseroan memiliki ruang ekspansi yang memadai untuk menjaga momentum pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. []