
BAAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menutup tahun 2025 dengan performa bisnis yang stabil. Perusahaan infrastruktur jalan tol tersebut berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan menjaga profitabilitas secara konsisten.
Pendapatan usaha Jasa Marga mencapai Rp19,8 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut tumbuh sekitar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar masih berasal dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun. Sementara itu, pendapatan usaha lain memberikan tambahan sekitar Rp1,6 triliun.
Pertumbuhan tersebut memperkuat fondasi bisnis perusahaan di tengah kebutuhan investasi infrastruktur yang terus meningkat.
Kinerja Keuangan Jasa Marga 2025 Didukung EBITDA dan Efisiensi Beban
Kinerja Keuangan Jasa Marga 2025 juga terlihat dari peningkatan EBITDA yang mencapai Rp13,3 triliun. Perseroan mempertahankan margin EBITDA pada level kuat sekitar 67 persen.
Stabilitas operasional tersebut menjaga core profit perusahaan tetap solid di angka Rp3,7 triliun.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menilai capaian tersebut didorong pertumbuhan pendapatan serta pengelolaan keuangan yang lebih efisien.
Perusahaan juga berhasil menekan beban keuangan secara konsolidasi hingga 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Efisiensi tersebut berasal dari aksi korporasi yang dilakukan pada anak usaha PT Jasamarga Transjawa Tol pada akhir 2024. Perusahaan menggandeng mitra strategis melalui skema equity financing.
Langkah ini meningkatkan fleksibilitas pendanaan sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan. Meski menggandeng investor, Jasa Marga tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 65 persen.
Perbaikan struktur keuangan tercermin pada rasio solvabilitas perusahaan. Interest Coverage Ratio meningkat menjadi 3,7 kali.
Sementara itu, rasio Interest Bearing Debt to Total Equity berada di level sehat sekitar 1,2 kali.
Selain performa keuangan, Jasa Marga juga mempertahankan posisi sebagai pemimpin industri jalan tol nasional. Perusahaan mengelola jalan tol beroperasi sepanjang 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer.
Panjang tersebut mewakili sekitar 42 persen dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Sepanjang 2025, volume transaksi kendaraan di jaringan tol Jasa Marga mencapai sekitar 1,3 miliar kendaraan. Lalu lintas harian rata-rata tercatat sekitar 3,58 juta kendaraan.
Perusahaan juga melanjutkan pembangunan beberapa proyek tol strategis. Beberapa di antaranya meliputi ruas Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan akses Pelabuhan Patimban.
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sebagian ruas tersebut akan dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Jasa Marga juga meningkatkan kualitas layanan operasional. Perusahaan memperkuat sistem pemantauan lalu lintas melalui Tollroad Command Center serta aplikasi digital Travoy.
Dengan struktur keuangan yang semakin sehat dan jaringan tol yang terus berkembang, Jasa Marga optimistis menjaga pertumbuhan bisnis pada tahun mendatang. []


