Kinerja Inalum 2025: Raih All Time High Produksi Aluminium

Kinerja Inalum 2025

BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – Kinerja Inalum 2025 (PT Indonesia Asahan Aluminium) mencatatkan rekor tertinggi dengan berhasil membukukan produksi aluminium sebesar 280.082 metrik ton.

Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi atau all time high sepanjang sejarah operasional perusahaan, sekaligus menegaskan peran strategis Inalum sebagai tulang punggung industri aluminium nasional.

Tak hanya dari sisi produksi, kinerja penjualan aluminium Inalum juga mencetak rekor baru. Sepanjang 2025, volume penjualan aluminium tercatat mencapai 280.141 metrik ton.

Pencapaian ganda ini mencerminkan solidnya permintaan pasar sekaligus keberhasilan perusahaan menjaga kesinambungan rantai pasok di tengah dinamika industri global yang penuh tantangan.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa capaian rekor tersebut merupakan buah dari penerapan inovasi berkelanjutan, penguatan efisiensi operasional, serta strategi bisnis yang adaptif.

Menurutnya, perusahaan secara konsisten melakukan optimalisasi proses produksi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan tata kelola untuk memastikan kinerja tetap kompetitif.

“Sepanjang 2025, Inalum mencatatkan produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah. Ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus tumbuh dan berdaya saing, bahkan di tengah tekanan industri global,” ujar Melati dalam keterangan tertulis.

Kinerja positif tersebut juga menegaskan komitmen Inalum dalam menjaga stabilitas operasional dan memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Sebagai produsen aluminium terintegrasi, Inalum tidak hanya mengandalkan kapasitas produksi, tetapi juga efisiensi energi melalui pengelolaan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang menopang kegiatan peleburan aluminium primer.

Tahun 2025 memiliki makna khusus bagi Inalum karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun perjalanan perusahaan di Indonesia.

Lima dekade berkiprah menjadi tonggak penting bagi Inalum untuk terus bertransformasi seiring dengan agenda pembangunan nasional dan hilirisasi industri pertambangan.

Melati menegaskan bahwa usia emas tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan untuk memperkuat nilai tambah bagi negara dan masyarakat.

Inalum berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, baik melalui kontribusi terhadap industri manufaktur dalam negeri maupun ekspor.

Sebagai informasi, Inalum didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan antara Indonesia dan Jepang. Kepemilikan perusahaan sepenuhnya beralih kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 2013.

Selanjutnya, Inalum sempat menjadi holding industri pertambangan nasional pada 2018, sebelum resmi bergabung dalam holding MIND ID sejak 2023.

Dengan fondasi operasional yang semakin solid, Inalum optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri aluminium global. []