
BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – Restrukturisasi BUMN dinilai mulai membuahkan hasil. Danantara melihat optimisme pasar meningkat seiring pemulihan kinerja Garuda, Krakatau Steel, Timah, dan bank Himbara.
Danantara Indonesia menilai prospek sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang tengah menjalani restrukturisasi menunjukkan tren perbaikan yang semakin nyata.
Indikasi tersebut tercermin dari pergerakan harga saham emiten pelat merah yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pemulihan fundamental dan keberlanjutan kinerja jangka menengah.
Dalam laporan Economic Outlook 2026, Danantara mencatat sejumlah BUMN strategis seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Timah Tbk (TINS), serta bank-bank Himbara mulai memperoleh sentimen positif pasar seiring berjalannya agenda penyehatan.
Untuk sektor transportasi dan industri dasar, Danantara menyoroti Garuda Indonesia dan Krakatau Steel yang kini berfokus pada pemulihan operasional dan perbaikan neraca keuangan.
Garuda Indonesia memperoleh dukungan pendanaan sekitar Rp23,63 triliun guna mendukung perawatan pesawat, reaktivasi armada, serta peningkatan utilisasi.
Opsi integrasi Garuda Group dengan Pelita Air juga dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi dan memperkuat sinergi, khususnya dalam pengadaan bahan bakar.
Sementara itu, Krakatau Steel menerima pendanaan Rp4,93 triliun sebagai bagian dari restrukturisasi untuk memperbaiki struktur permodalan, menurunkan beban bunga, dan meredakan tekanan arus kas.
Meski tantangan neraca masih signifikan akibat beban utang historis, langkah penyehatan yang ditempuh dinilai mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan perseroan.
Di sektor pertambangan, Danantara melihat PT Timah sebagai salah satu BUMN yang prospeknya didukung oleh perbaikan tata kelola industri.
Pengetatan penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan ilegal dinilai mampu menekan kebocoran dan meningkatkan kepastian usaha, yang pada akhirnya memperkuat persepsi pasar terhadap kinerja perusahaan.
Adapun sektor konstruksi dinilai sangat bergantung pada keberhasilan konsolidasi dan penataan ulang struktur keuangan.
Penggabungan sejumlah BUMN konstruksi diarahkan untuk memperbaiki tata kelola, memisahkan kewajiban keuangan, serta meningkatkan disiplin seleksi proyek.
Setelah proses ini berjalan, sektor konstruksi diharapkan kembali memiliki akses pendanaan pasar modal dengan struktur yang lebih sehat.
Diluar Agenda Restrukturisasi BUMN
Di luar agenda restrukturisasi, Danantara juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem BUMN.
Peluncuran bank bullion pertama di Indonesia yang melibatkan PT Aneka Tambang Tbk, PT Pegadaian, dan Bank Syariah Indonesia dipandang sebagai langkah strategis memperkuat intermediasi keuangan komoditas.
Sementara itu, prospek bank-bank Himbara dinilai relatif solid, dengan fokus utama pada kualitas laba dan efisiensi.
BMRI ditopang pemulihan pembiayaan korporasi, BBNI berada dalam fase konsolidasi pendanaan dan kualitas aset, sedangkan BBRI diproyeksikan menangkap pertumbuhan kredit berkelanjutan dengan disiplin alokasi modal.
Danantara menegaskan, respons positif pasar terhadap saham-saham BUMN mencerminkan meningkatnya keyakinan investor terhadap arah restrukturisasi dan penguatan fundamental emiten pelat merah menuju 2026. []


