BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – Stabilitas sektor pembiayaan perumahan tetap terjaga meski ekonomi global menghadapi tekanan. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melalui SMF Research Institute menegaskan bahwa Pendanaan Rumah Subsidi tetap berjalan berkelanjutan untuk mendukung Program Perumahan Rakyat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen sepanjang 2025. Konsumsi rumah tangga dan investasi menopang angka tersebut secara konsisten. Stabilitas makroekonomi itu memberi fondasi kuat bagi sektor properti memasuki 2026.
Indikator positif juga terlihat pada kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pada Oktober 2025, KPR tumbuh 6,9 persen. Angka itu meningkat menjadi 7,05 persen pada Desember 2025. Tren tersebut mencerminkan permintaan pembiayaan perumahan yang terus membaik.
SMF melihat momentum ini sebagai peluang strategis. Perusahaan memperkuat perannya dalam pasar pembiayaan sekunder perumahan. SMF menjalankan mandat untuk menyediakan pendanaan jangka panjang bagi bank penyalur KPR. Peran itu sekaligus mendukung skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Pendanaan Rumah Subsidi Diperkuat Lewat Strategi Inovatif
Sejak 2018, SMF konsisten menyediakan porsi pendanaan sebesar 25 persen dalam skema KPR FLPP. Komitmen ini memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memperoleh akses rumah layak dengan suku bunga tetap dan terjangkau.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menegaskan bahwa perusahaan terus menjaga keberlanjutan pembiayaan melalui strategi blended financing. SMF menerbitkan surat utang dan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP). Perusahaan juga memperluas basis investor domestik untuk memperkuat struktur pendanaan.
Manajemen menjalankan strategi tersebut dengan prinsip kehati-hatian. SMF mengedepankan manajemen risiko yang disiplin serta tata kelola yang transparan. Pendekatan ini menjaga stabilitas likuiditas sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.
SMF juga memantau dinamika ekonomi global dan domestik secara berkala. Langkah ini memastikan dukungan pembiayaan tetap adaptif terhadap perubahan kondisi pasar. Perusahaan ingin menjaga kesinambungan program sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional.
Program rumah subsidi memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli masyarakat. Sektor ini juga mendorong pertumbuhan industri turunan seperti bahan bangunan dan jasa konstruksi. Dengan pendanaan yang kuat, ekosistem perumahan dapat tumbuh lebih sehat.
SMF meyakini stabilitas makroekonomi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum pembiayaan. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan lembaga pembiayaan sekunder akan memperkuat fondasi sektor perumahan nasional.
Ke depan, SMF menargetkan penguatan struktur pendanaan jangka panjang agar Program Perumahan Rakyat terus berjalan optimal. Dengan strategi yang terukur dan disiplin keuangan yang kuat, Pendanaan Rumah Subsidi diyakini tetap terjaga meski tantangan ekonomi masih membayangi. []


