
BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – Ketegangan geopolitik global yang terus berlanjut menjadi tantangan tersendiri bagi arus investasi internasional, termasuk bagi Indonesia. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menilai dinamika global tersebut tidak dapat dihindari, namun dapat diantisipasi melalui penguatan kebijakan domestik dan peningkatan daya saing nasional.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengakui bahwa eskalasi konflik antarnegara berpotensi memengaruhi minat investor global. Ketidakpastian politik dan keamanan kerap membuat negara-negara besar lebih berhati-hati dalam menempatkan modalnya ke luar negeri. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada iklim investasi, meskipun berada di luar kendali pemerintah Indonesia.
Namun demikian, Rosan menegaskan bahwa Danantara bersama pemerintah memilih untuk memfokuskan upaya pada faktor-faktor yang dapat dikendalikan di dalam negeri. Perbaikan regulasi, kepastian hukum, serta konsistensi kebijakan menjadi prioritas utama guna menciptakan lingkungan investasi yang lebih ramah dan kompetitif. Langkah ini diharapkan mampu meredam dampak negatif dari tekanan eksternal yang bersifat global.
Di tengah gejolak geopolitik, penyebaran investasi di Indonesia dinilai masih menunjukkan kinerja yang solid. Komitmen investor asing dari berbagai negara tetap terjaga, tercermin dari komunikasi intensif yang terus dilakukan.
Pemerintah dan Danantara secara aktif menjalin dialog melalui pertemuan bilateral, forum investasi, hingga kunjungan kerja ke berbagai negara untuk menyerap masukan langsung dari pelaku usaha global.
Rosan juga menyoroti ketatnya persaingan antarnegara dalam menarik investasi strategis. Indonesia saat ini berhadapan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, terutama dalam perebutan investasi sektor data center dan ekonomi digital. Sektor ini dinilai krusial karena berkaitan dengan transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Meski kompetisi semakin ketat, Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan struktural. Biaya listrik yang relatif kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang terjaga menjadi daya tarik utama bagi investor. Namun, Rosan menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi pekerjaan rumah penting agar keunggulan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ke depan, Danantara akan terus mengoptimalkan perannya sebagai katalis investasi nasional. Sinergi antar kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan akan diperkuat untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan target investasi tetap tercapai. Rosan menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja keras dan konsistensi kebijakan, Indonesia mampu menjaga momentum investasi di tengah ketidakpastian global. []


