Tim Pembina Samsat Sumbar Lakukan Rapat Koordinasi Implementasi Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009

PT Jasa Raharja

BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – Dalam rangka persiapan implementasi Pasal 74 Ayat 2 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka pada hari Senin (27/2), bertempat di Sekretariat Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Barat diselenggarakan Rapat Koordinasi.

Rapat tersebut dipimpin oleh Tim Pembina Samsat Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Kombes Pol. Hilam Wijaya, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Barat Maswar Dedi dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Barat Raihan Farani.

Materi utama rapat adalah perumusan langkah langkah persiapan implementasi regulasi tersebut. Fokus pembahasan antara lain adalah penyamaan persepsi tentang regulasi tersebut, sasaran dan tujuan pelaksanaan, pembentukan Tim Pelaksana implementasi kebijakan dan perumusan langkah-langkah pelaksanaan. Setelah rapat persiapan perdana akan dilanjutkan dengan pertemuan setiap Tim Pokja untuk menyusun tahapan kegiatan secara lebih detail.

Regulasi pasal 74 ayat 2 mengamanatkan bahwa kendaraan bermotor yang tidak melakukan registrasi ulang 2 tahun sejak STNK mati dapat dilakukan penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. Pelaksanaan regulasi ini akan segera dilakukan di wilayah Sumatera Barat yang diawali dengan sosialisasi kepada seluruh masyarakat. Penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor akan diawali dengan sosialisasi dan pemberitahuan kepada seluruh masyarakat dan pemilik kendaraan bermotor.

Disamping bertujuan untuk melakukan validasi dan verifikasi data kendaraan bermotor wilayah Sumatera Barat, kegiatan implementasi regulasi ini akan dapat memberikan kepastian hukum kepemilikan kendaraan bermotor.

Oleh karena itu dihimbau kepada seluruh masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk segera melakukan registrasi ulang kendaraan bermotor yang sudah tidak melakukan pendaftaraan 2 tahun sejak STNK mati untuk menghindari penghapusan regident. Jika sudah dihapus regident ranmor maka kendaraan dimaksud tidak akan dapat di daftarkan lagi . []