Beranda BERITA UTAMA Berkat Efisiensi Operasional Kerugian Waskita Karya Menyusut di Semester I 2026

Berkat Efisiensi Operasional Kerugian Waskita Karya Menyusut di Semester I 2026

Kerugian Waskita Karya

BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat perbaikan kinerja keuangan sepanjang Semester I 2026. Perseroan berhasil meningkatkan pendapatan usaha menjadi Rp4,91 triliun sekaligus menekan rugi bersih dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hasil tersebut menunjukkan efektivitas langkah efisiensi yang terus dijalankan perusahaan di tengah proses transformasi bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan hingga akhir Juni 2026, pendapatan usaha Waskita Karya tumbuh 58,49 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas operasional serta kontribusi sejumlah proyek yang mulai berjalan sepanjang tahun ini.

Meski demikian, pertumbuhan pendapatan juga diikuti kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp4,41 triliun atau naik 80,78 persen dibandingkan Semester I 2025. Kondisi tersebut membuat laba bruto tercatat sebesar Rp504,20 miliar.

Perseroan tetap mampu menjaga kinerja melalui pengendalian biaya operasional dan efisiensi di berbagai lini usaha. Langkah tersebut membantu perusahaan memperbaiki hasil akhir meski tekanan biaya masih cukup tinggi.

Kerugian Waskita Karya Berhasil Ditekan

Perbaikan paling terlihat dari sisi Kerugian Waskita Karya. Hingga Semester I 2026, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 16,96 persen menjadi Rp1,91 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, rugi bersih masih mencapai Rp2,30 triliun.

Penurunan rugi tersebut turut memperbaiki rugi per saham dasar menjadi Rp66,57 dari sebelumnya Rp80,17 per saham. Sementara itu, beban keuangan perusahaan relatif stabil dengan kenaikan tipis sekitar 0,97 persen menjadi Rp1,89 triliun.

Dari sisi neraca, total aset Waskita Karya tercatat sebesar Rp68,08 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut turun 3,75 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Liabilitas perusahaan juga mengalami penurunan menjadi Rp66,53 triliun, sedangkan kas dan setara kas mencapai Rp2,61 triliun.

Selain memperbaiki kondisi keuangan, Waskita Karya juga memperkuat portofolio proyek melalui perolehan kontrak baru pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 3 senilai Rp2,1 triliun. Proyek tersebut dikerjakan melalui kerja sama operasi bersama PT PP (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menjelaskan bahwa proyek tersebut mencakup pembangunan ruas sepanjang 8,1 kilometer dari Simpang Susun Magelang hingga Simpang Susun Borobudur.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan pertumbuhan pendapatan, penurunan Kerugian Waskita Karya, serta tambahan kontrak strategis, perseroan menunjukkan sinyal positif dalam memperkuat fundamental bisnis.

Langkah efisiensi dan fokus pada proyek yang produktif diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan kinerja perusahaan pada periode berikutnya. []