
BAROMETERBISNIS.COM, Jakarta – BP BUMN bersama PT Danantara Asset Management terus mempercepat proses penataan perusahaan negara melalui program streamlining BUMN. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi besar yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto agar BUMN semakin efisien, fokus, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin langsung rapat evaluasi percepatan streamlining BUMN pada Selasa (19/5). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis untuk memperkuat struktur korporasi BUMN melalui konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran perusahaan yang dinilai tidak lagi optimal.
Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di lingkungan BUMN telah menjalani proses penataan. Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk mengurangi tumpang tindih bisnis sekaligus memperjelas fokus usaha setiap entitas negara.
Dony menegaskan bahwa transformasi BUMN harus berjalan terukur dan berbasis kinerja. Menurutnya, setiap perusahaan negara wajib fokus pada bisnis inti agar mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara maupun masyarakat.
“Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” ujar Dony.
Streamlining BUMN Perkuat Tata Kelola dan Efisiensi
Program streamlining BUMN tidak hanya bertujuan mengurangi jumlah perusahaan. Pemerintah juga ingin membangun fondasi korporasi yang lebih sehat, profesional, dan adaptif terhadap dinamika pasar.
Dalam rapat tersebut, BP BUMN dan Danantara membahas percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang masih belum optimal. Fokus utama meliputi penguatan tata kelola, penajaman arah bisnis, serta optimalisasi aset perusahaan negara.
Selain itu, perusahaan yang memiliki model bisnis serupa akan diarahkan untuk melakukan konsolidasi agar lebih efisien dan memiliki skala ekonomi yang kuat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing BUMN sekaligus mempercepat pengambilan keputusan bisnis.
BP BUMN juga menilai restrukturisasi menjadi kunci penting untuk menciptakan perusahaan yang lebih lincah dan profesional. Dengan struktur yang lebih ramping, BUMN dapat bergerak lebih cepat dalam menghadapi perubahan pasar dan kebutuhan industri.
Transformasi ini sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk memastikan BUMN beroperasi sesuai prinsip korporasi modern. Pemerintah ingin setiap entitas mampu menciptakan keuntungan, memperkuat kontribusi terhadap penerimaan negara, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui percepatan streamlining BUMN, pemerintah optimistis perusahaan negara akan semakin efektif, efisien, dan kompetitif. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi BUMN sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat. []


